Writting Therapy : Therapy Melalui Tulisan (1)

Benarkah hanya dengan menulis format tertentu kita bisa memecahkan problematika kita?
Writting Therapy

Pernahkan anda mengalami peristiwa ini? Coba sambil membaca anda mengingat.

Mengalami problematika, yang benar-benar memenuhi kepala dan fikiran kita. Namun potensi kita seolah mentok (henti) menghadapi persoalan tersebut.

Kemudian anda mengambil buku agenda harian atau diary anda. Begitu pena di tangan dan lembaran kosong di depan kita terbuka kita serbu dengan tulisan dan mulailah kita menulisakan apapun yang menyesakkan dada dan fikiran kita.

Ajaib, tiba-tiba kita di hujani banyak ide. Muncul ilustrasi, muncul viasualisasi, datang inspirasi yang kemudian kita memiliki sudut pandang baru terhadap persoalan kita.
Tiba-tiba kita menemukan 'ide' pemecahan masalah itu dengan jelas setelah semua problem tadi kita tuliskan sepenuh perasaan dan sungguh-sungguh.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Wikipedia :
"Writing therapy is a form of expressive therapy that uses the act of writing and processing the written word as therapy. Writing therapy posits that writing one's feelings gradually eases feelings of emotional trauma."

"Therapi Tulisan adalah bentuk terapi ekspresif yang menggunakan tindakan menulis dan pengolahan kata-kata tertulis sebagai terapi. Menulis terapi berpendapat bahwa menulis perasaan seseorang secara bertahap memudahkan perasaan trauma emosional"

Ada beberapa proses yang dialami klien saat menulis dengan format dan susunan tertentu. Tulisan disusun dengan susunan yang memungkinkan klien ter-intervensi secara psikologis dan emosional bahkan spiritulitasnya.

Beberapa bentuk Terapi Tulisan:

1. Practitioner (Therapist) memberikan redaksi kepada klien kemudian klien menuliskan persis seperti yang ditulis therapist dengan pengulangan tertentu.

2. Practitioner(Therapist) memberikan 'rule' kepada klien untuk menuliskan hal tertentu yang diyakini akan mengintervensi klien sehingga klien membaik.

3. Klien konsultasi jarak jauh dengan practitioner, kemudian practitioner membuat tulisan yang tulisan itu ketika di baca klien, klien mengalami perubahan (terintervensi).

4. Klien menuliskan apa yang ia alami dan self dialog yang ia alami hingga klien mengalami 'solution case'. Pecah masalah oleh sebab penemuan pola dan sudut pandang baru pada diri klien.

5. dll


Bagaimana Terapi Tulisan menyembuhkan? 

Menulis adalah aktivitas terintegrasi antara : Motorik, Kognitif, Dan  Afektif. Artinya meskipun nampak sederhana saat seseorang menulis ia melakukan aktivitas multilayer sendiri (Self Multilayers Acts). Menulis melibatkan banyak hal sisi sisi diri penulis baik pengalaman, pengetahuan, emosi, value, keyakinan-keyakinan, asumsi-asumsi, paradigma dan termasuk didalamnya konsep diri dan persepsi.

bersambung...



Share on Google Plus

About Arrwah

Terus belajar dan berbagi. Ikat ilmu dengan menuliskannya. Semoga menjadi bagian kebaikan. Dan menjadi amal bersama. Admin.

0 comments:

Post a Comment